Baut kusen aluminium terbagi menurut tugasnya: ada baut untuk merakit rangka dan daun aluminium, ada baut beserta plug (fischer) untuk menambatkan kusen ke dinding, dan ada baut kecil M4 untuk memasang handle. Memilih yang pas berarti mencocokkan tiga hal: tahap pekerjaannya, kode ukuran yang tertulis di kemasan, dan kondisi lokasi tempat kusen dipasang. Kalau ragu, cara paling cepat adalah mengirim foto baut lama bersama penggaris sebagai pembanding.
Dua tahap pekerjaan, dua kelompok baut
Kebingungan soal baut biasanya muncul karena semua disebut "baut kusen", padahal pekerjaannya berbeda. Tahap pertama terjadi di bengkel atau di lokasi sebelum unit dipasang: potongan profil kusen dan daun disambung menjadi rangka. Di sini baut menyatukan aluminium dengan aluminium, atau aluminium dengan aksesoris seperti siku dan engsel.
Tahap kedua adalah menambatkan kusen yang sudah jadi ke bukaan dinding. Bahan yang ditembus sekarang adalah beton atau bata, bukan aluminium, sehingga baut saja tidak cukup. Dinding perlu dibor lalu diberi plug (sering disebut fischer atau fisher) agar baut punya pegangan.
Di NCA, kedua kelompok ini tersedia: baut tipe BMP, CB, JP, dan PAB dalam beberapa ukuran, baut Fischer untuk dinding, dan baut M4 untuk handle. Daftar lengkapnya ada di halaman baut untuk kusen dan rangka aluminium.
Cara membaca kode ukuran di kemasan
Kode seperti JP 6×35 atau CB 1/4×1 1/4 terdiri dari dua bagian: nama tipe di depan, lalu ukuran. Pada penulisan umum, angka pertama menunjuk diameter baut dan angka kedua menunjuk panjangnya. Yang perlu diperhatikan adalah satuannya.
- Ukuran metrik, misalnya JP 6×35, 6×50, dan 6×70. Angkanya dalam milimeter, jadi tiga baut ini berdiameter sama dan hanya berbeda panjang.
- Ukuran inci, misalnya CB 1/4×1 1/4, 1/4×1 1/2, 1/4×1 3/4, dan 1/4×2. Di sini diameternya seperempat inci dan panjangnya dari satu seperempat sampai dua inci.
- Kode ulir, misalnya M4 pada baut handle. Huruf M menandakan ulir metrik dan angkanya diameter nominal dalam milimeter. Baut handle harus cocok dengan lubang ulir di handle-nya, jadi bawa atau foto handle-nya juga.
Karena dua sistem satuan dipakai berdampingan, jangan menukar baut "yang kelihatannya sama" tanpa mengukur. Baut inci dan metrik dengan diameter mirip bisa masuk setengah jalan lalu macet atau merusak ulir.
| Kode di kemasan | Dibaca sebagai | Yang perlu dicek sebelum membeli |
|---|---|---|
| JP 6×35 / 6×50 / 6×70 | Diameter 6 mm, panjang 35, 50, atau 70 mm | Total tebal bahan yang ditembus |
| CB 1/4×1 1/4 sampai 1/4×2 | Diameter 1/4 inci, panjang 1 1/4 sampai 2 inci | Jangan dicampur dengan baut metrik |
| BMP 6×65, BMP 8×15 | Diameter 6 atau 8, panjang 65 atau 15 | Cocokkan dengan baut lama atau gambar kerja |
| Baut handle M4 | Ulir metrik diameter nominal 4 mm | Lubang ulir dan tebal daun di tempat handle |
| Fischer | Plug dan baut untuk dinding | Jenis dinding dan diameter mata bor |
Menentukan panjang baut perakitan
Panjang baut ditentukan oleh tebal bahan yang harus dilalui, bukan oleh kebiasaan. Hitung dinding profil yang ditembus, ditambah tebal aksesoris atau siku yang ikut dijepit. Baut yang terlalu pendek hanya menggigit beberapa ulir dan mudah longgar ketika pintu atau jendela dibuka-tutup setiap hari. Baut yang terlalu panjang bisa menonjol ke rongga profil dan mengganggu jalur rel, roda, atau mekanisme kunci.
Cara praktisnya: ambil potongan profil yang sama, rakit percobaan satu sambungan, lalu catat ukuran yang pas sebelum memesan dalam jumlah banyak. Kalau proyek memakai beberapa seri profil, catat ukuran baut per seri di daftar material, sama seperti saat menyusun cutting list profil aluminium. Dengan begitu tim lapangan tidak menebak ketika stok di lokasi habis.
Memasang kusen ke dinding dengan fischer
Untuk menambatkan kusen, lubang dibor menembus kusen ke dinding, plug dimasukkan, lalu baut dikencangkan sampai plug mengembang dan mencengkeram dinding. Beberapa hal yang sering terlewat:
- Jenis dinding. Beton, bata merah, dan bata ringan memberi pegangan yang berbeda. Sebutkan jenis dindingnya saat menanyakan plug agar ukurannya sesuai.
- Diameter mata bor. Lubang di dinding mengikuti diameter plug, sedangkan lubang di aluminium mengikuti diameter baut. Keduanya tidak selalu sama, jadi siapkan mata bor yang benar untuk masing-masing.
- Jangan mengencangkan berlebihan. Kusen bisa tertarik ke arah dinding dan bengkok, sehingga daun pintu atau jendela jadi seret. Kencangkan secukupnya, lalu cek kesikuan dan kerataan kusen sebelum lanjut ke titik berikutnya.
Jarak antartitik tambat dan jumlah baut per sisi sebaiknya mengikuti gambar kerja proyek atau arahan pemasang yang bertanggung jawab, bukan ditentukan dari artikel umum.
Bahan baut dan risiko karat di aluminium
Aluminium yang bersentuhan dengan logam lain dalam kondisi lembap bisa mengalami korosi galvanik, yaitu salah satu logam terkikis lebih cepat karena perbedaan sifat elektrokimianya. Lembaga riset bangunan Selandia Baru, BRANZ, menjelaskan bahwa pengencang stainless steel pada rangka jendela aluminium umumnya dianggap aman selama paparan garamnya ringan. Risiko naik di lingkungan pantai yang berat dan di titik tempat air bisa tertahan lama.
Artinya, untuk rumah di dekat laut atau bagian kusen yang sering basah, bahas bahan baut dan detail perlindungannya dengan pemasang sejak awal. Untuk pemakaian biasa di dalam rumah atau area yang terlindung, yang lebih sering jadi masalah justru ukuran baut yang salah, bukan bahannya. Lapisan permukaan aluminium juga ikut berperan; penjelasan soal lapisan oksida ada di artikel apa itu anodize.
Baut handle: kecil tapi sering salah
Handle yang goyang biasanya bukan karena handle-nya rusak, melainkan bautnya kurang panjang atau ulirnya sudah aus. Saat mengganti, cocokkan dua hal: kode ulir (misalnya M4) dan panjang yang cukup untuk menembus daun lalu masuk ke handle di sisi seberang. Kalau sekaligus berganti model handle, jarak lubangnya juga perlu dicek. Panduan memilihnya ada di artikel memilih handle dan kunci pintu aluminium.
Cara memesan baut supaya tidak bolak-balik
Stok dan ukuran yang tersedia bisa berubah, jadi pertanyaan yang lengkap akan mempercepat jawaban. Siapkan:
- Tipe dan ukuran yang tertulis di kemasan lama, misalnya JP 6×50 atau CB 1/4×1 1/2.
- Kalau kemasannya sudah tidak ada, foto baut lama di samping penggaris, dari samping dan dari kepala bautnya.
- Kegunaannya: merakit rangka, memasang kusen ke dinding (sebutkan jenis dindingnya), atau memasang handle.
- Jumlah yang dibutuhkan, dihitung dari jumlah titik per unit dikali jumlah unit, ditambah cadangan.
Kirim data itu lewat WhatsApp ke tim NCA di Bekasi. Kami akan mencocokkan tipe dan ukuran dengan stok yang ada, termasuk bila Anda sekaligus membutuhkan profil, engsel, atau aksesoris lain untuk proyek yang sama.



