Jendela aluminium punya lima jenis bukaan yang paling sering dipakai: geser (sliding), casement atau swing yang berengsel di samping, jungkit (top hung) yang berengsel di atas, lipat (folding), dan jendela mati (fix) yang tidak bisa dibuka. Louvre atau nako dengan bilah miring melengkapi daftar itu untuk ruang yang butuh ventilasi terus-menerus. Tidak ada satu jenis yang paling bagus untuk semua ruang. Pilihan yang tepat ditentukan oleh ruang di depan jendela, kebutuhan udara, cara membersihkan kaca, dan posisi jendela terhadap hujan.
Lima jenis bukaan dan cara kerjanya
Jendela geser. Dua daun atau lebih bergerak di rel, sejajar dinding. Daun tidak keluar dari bidang kusen, jadi tidak ada yang menghalangi jalan di dalam maupun di luar. Kekurangannya, bukaan maksimal hanya sebagian dari lebar kusen karena daun yang digeser menumpuk di belakang daun lain. Detailnya ada di halaman jendela geser aluminium.
Jendela casement. Daun memakai engsel di satu sisi dan membuka seperti pintu, ke luar atau ke dalam. Saat ditutup, daun menekan karet ke kusen sehingga jendela rapat. Daun bisa dibuka hampir penuh, tetapi butuh ruang ayun di sisi tempat daun membuka. Lihat jendela casement aluminium.
Jendela jungkit (top hung). Engselnya ada di sisi atas, dan bagian bawah daun didorong ke luar lalu ditahan stay. Bukaannya tidak lebar, tetapi daun yang miring ke luar membuat jendela ini sering dipakai untuk ventilasi di kamar mandi, dapur, atau bagian atas jendela tinggi.
Jendela lipat. Beberapa daun disambung engsel dan dilipat ke samping, jadi bukaan terbuka hampir penuh. Jenis ini cocok ketika jendela berfungsi seperti loket atau penghubung, misalnya dapur ke teras. Lihat jendela lipat aluminium.
Jendela mati. Panel kaca dalam rangka aluminium tanpa bukaan sama sekali. Fungsinya memasukkan cahaya dan membuka pandangan sambil menjaga ruang tetap kedap. Sering dipasang di fasad, void, area tangga, atau sebagai panel samping jendela buka. Lihat jendela mati aluminium.
Untuk ruang yang perlu sirkulasi udara sepanjang hari, ada juga jendela louvre dengan bilah-bilah yang dimiringkan bersamaan lewat tuas.
Perbandingan singkat per kebutuhan
| Jenis bukaan | Ruang di depan jendela | Bukaan udara | Saat hujan | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| Geser | Tidak butuh ruang ayun | Sebagian lebar kusen | Biasanya ditutup | Kamar, dapur, jendela yang berbatasan dengan koridor atau jalur orang |
| Casement | Butuh ruang ayun di sisi daun membuka | Hampir penuh per daun | Biasanya ditutup | Kamar, ruang kerja, fasad dengan jendela berderet |
| Jungkit | Daun menonjol sedikit ke luar | Kecil sampai sedang | Daun miring menaungi celah bukaan | Kamar mandi, dapur, jendela atas (bovenlicht) |
| Lipat | Butuh tempat tumpukan daun di sisi bukaan | Hampir seluruh lebar | Biasanya ditutup | Dapur ke teras, pantry, konter usaha |
| Mati | Tidak ada daun yang bergerak | Tidak ada | Tetap tertutup | Fasad, void, tangga, panel samping |
Ruang di depan jendela menentukan banyak hal
Pertanyaan pertama yang perlu dijawab adalah apa yang ada persis di depan dan di belakang jendela. Daun casement yang membuka ke dalam akan bertabrakan dengan meja, kabinet dapur, atau tirai. Daun yang membuka ke luar bisa mengganggu orang lewat bila jendela menghadap teras, carport, atau koridor bersama. Pada kondisi seperti itu, jendela geser biasanya lebih aman karena daunnya tetap di bidang kusen.
Arah buka casement juga punya konsekuensi. Daun yang membuka ke luar tidak mengganggu tirai di dalam ruang, sedangkan daun yang membuka ke dalam lebih mudah dibersihkan dari dalam. Karena itu arah bukaan sebaiknya ditentukan per lokasi jendela, bukan disamaratakan untuk seluruh rumah.
Jendela lipat punya pertimbangan sendiri: daun yang terlipat menumpuk di sisi bukaan. Ruang tumpukan itu perlu disediakan sejak awal agar tidak bertabrakan dengan keran, rak, atau perabot.
Ventilasi, hujan, dan kebersihan kaca
Bila tujuan utama jendela adalah sirkulasi udara, perhatikan seberapa besar bukaan yang benar-benar terbuka. Casement dan lipat memberi bukaan paling lebar. Jendela geser hanya membuka sebagian karena satu daun selalu menumpuk di belakang daun lain. Jendela mati tidak memberi ventilasi sama sekali, jadi perlu dipasangkan dengan jendela buka atau ventilasi lain di ruang yang sama.
Untuk ruang yang tetap butuh udara saat cuaca tidak menentu, jungkit sering dipilih karena daunnya miring ke luar dan menaungi celah bukaan. Meski begitu, jendela yang dibiarkan terbuka saat hujan deras dan angin kencang tetap bisa kemasukan air, apa pun jenisnya. Bila masalah yang Anda hadapi justru rembesan saat jendela tertutup, penyebabnya biasanya di sambungan dan sealant, bukan jenis bukaannya. Artikel jendela aluminium bocor saat hujan membahas titik-titik yang perlu diperiksa.
Soal kebersihan, jendela di lantai atas perlu dipikirkan dari awal. Jendela mati di lantai dua atau di void tidak bisa dibersihkan dari dalam untuk sisi luarnya, sehingga akses perawatan perlu direncanakan bersama pengelola bangunan.
Menggabungkan beberapa jenis dalam satu kusen
Satu bukaan tidak harus satu jenis. Kombinasi yang umum di proyek misalnya jendela mati besar di tengah dengan casement di salah satu sisi, atau casement di bawah dengan jungkit di bagian atas pada jendela tinggi di void. Dengan cara ini, kaca lebar tetap memberi cahaya, sementara bagian yang bisa dibuka cukup untuk ventilasi.
Saat merancang kombinasi, Anda akan bertemu istilah seperti bovenlicht, mullion, dan transom untuk pembagi dan bagian atas kusen. Penjelasannya ada di artikel istilah bagian kusen aluminium.
Pertanyaan yang sering muncul
Jendela swing sama dengan jendela casement?
Dalam percakapan sehari-hari, ya. Keduanya merujuk pada jendela berengsel di samping yang daunnya membuka seperti pintu. Istilah casement lebih sering dipakai di gambar kerja dan penawaran.
Jenis bukaan mana yang paling rapat?
Jendela mati tidak punya daun yang bergerak, jadi paling sedikit celahnya. Di antara jendela yang bisa dibuka, casement dan jungkit menutup dengan menekan karet ke kusen. Jendela geser dan lipat mengandalkan karet dan sikat pada rel dan sambungan antar daun, sehingga detail tersebut perlu diperhatikan untuk bukaan yang menghadap luar.
Apakah setiap jenis bukaan memakai profil yang berbeda?
Ya. Setiap sistem bukaan punya tipe profil untuk kusen, daun, dan rel yang saling cocok, serta aksesoris seperti engsel, stay, roda, dan kunci yang menyesuaikan. Karena itu jenis bukaan sebaiknya diputuskan sebelum shop drawing dibuat.
Kalau Anda sedang menentukan jenis bukaan untuk satu rumah atau satu proyek, kirimkan gambar kerja atau daftar bukaan yang mencantumkan lokasi, ukuran, dan jenis yang diinginkan. Tim NCA di Bekasi bisa membantu menyesuaikan tipe profil Golden Arrow dan aksesorisnya untuk tiap bukaan. Data yang perlu disiapkan dirinci di panduan cara mengirim spesifikasi profil aluminium.



